Ratih dan Bima sangat senang. Mereka menari-nari gembira. Keduanya mendapatkan izin orang tua untuk piknik di tepi danau dekat rumah. Hari ini adalah hari minggu. Mereka bergegas mempersiapkan semuanya. "Ayo, Bima! Kita harus menyiapkan keperluan piknik," kata Ratih. "Aku ingin memancing di danau. Ayah membelikkan pancing baru untukku," kata Bima.
Siang hari sepulang sekolah, Gilang berdiri di depan cermin. "Aaaa!" Gilang membuka mulutnya lebar-lebar sambil memegangi salah satu giginya. "Aduh! Gigiku goyang nih," kata Gilang pada dirinya sendiri. "Aku malu kalau gigiku jadi ompong. Semua teman akan mengejekku." Gilang terus memperhatikan giginya di cermin dengan perasaan cemas.
"Huh, hujan lagi, hujan lagi!" keluh Tiara. "Hujan ini sudah terlalu lama. Sepanjang minggu hujan terus," kata Tomi. Mereka sedang duduk di balkon rumah mereka, sambil memandangi air hujan yang jatuh dari lagit. Saat itu langit tampak gelap tertutup awan hitam.
Kukuruyuk kukuruyuk! Pagi telah tiba. Matahari mulai terbit. Sinarnya menerobos masuk ke celah pintu kamar Tiara. "Tiara, ayo bangun! Sudah waktunya mandi," kata Ibu sambil menggoyang-goyangkan tubuh anaknya. "Aku sakit, Bu! Aku tidak mau sekolah hari ini," kata Tiara yang masih berbaring di tempat tidur. Ibu memegang dahi Tiara. "Dahimu tidak panas. Apakah perutmu sakit?" Ibu nampak kebin…
Bima dan Ayah bermain bola di kebun belakang rumah meeka. "Bima, sekarang Ayah akan mencetak gol!" teriak Ayah dengan keras. Ayah sangat bersemangat menendang bola. Bola melambung tinggi, tinggi, tinggi sekali.
Putri sangat suka pergi ke hutan. Hutan itu hutan kecil yang terdapat di dekat rumahnya. "Aku merasa nyaman berjalan-jalan di hutan ini," kata Putri. "Di hutan udara terasa sangat segar."
Hari ini Lili Lebah berkunjung ke rumah sahabatnya, Lulu Ulat. Lili hinggap di ranting pohon ketika dilihatnya Lulu sedang merayap di sana. Lili mendekat. Semakin jelas terlihat Lulu sedang asyik mencari makan. "Perut Lulu sudah gendut penuh makanan. Apa yang ia makan lagi?" pikir Lili.
Saat matahari bersinar cerah, Lili Lebah keluar dari sarangnya. Sarangnya terletak di hutan. Berbagai jenis pohon tumbuh di hutan. Hutan tempat tinggal Lili adalah rumah bagi banyak binatang. Lilin tidak pernah merasa kesepian tinggal di hutan itu.
Pada pagi yang cerah, di tengah hutan terlihat Lili Lebah terbang di antara bunga-bunga. Lili sangat menikmati sinar matahari pagi. Lili hinggap dari satu bunga ke bunga lain dengan riang. Lili selalu merasa senang saat berada di taman bunga ini.
Senin selasa rabu kamis jumat sabtu minggu Liburan telah tiba. Bima sangat senang karena bisa berlibur di rumah kakek. Hari minggu, Bima diantar ayah ke rumah kakek.