From the creation of the world to the infancy of the Church, the important stories from both the Old and New Testament are vividly retold and illustrated for young people. Also included are chapters on the prophets and the psalms. In the back is a glossary of important people, places and objects, providing added information.
Hari pertama liburan, Gilang mengajak Adi mendirikan tenda. Mereka berdua memilih lokasi di kebun belakang rumah Gilang. Kebun itu cukup luas dan aman karena terdapat pagar di sekelilingnya. Mereka membangun tenda di dekat pepohonan rindang di bawah pohon mangga. Gilang dan Adi terlihat sibuk membangun tenda. Menjelang siang hari tenda telah selesai dibangun. Gilang dan Adi merasa puas dengan …
Pagi ini langit mendung. Bima dan Ratih berjalan-jalan di pinggir sungai. Mereka membawa beberapa kantong sampah dan membuangnya ke sungai. Banyak orang membuang sampah ke sungai. Sungai penuh sampah. Mereka kembali ke rumah. Bima mengambil gitar dan memainkannya. Mereka bernyanyi bersama, lalu menekmati pisang goreng. Di luar hujan semakin deras.
Brum brum brum. Deru suara truk mengagetkan Tiara dan Tomi yang sedang bermain di halaman belakang rumah mereka. "Siapa yang datang, ya?" tanya Tiara pada Tomi yang berdiri di dekatnya. "Lihat, Kak! Truk itu berhenti di rumah hantu," kata Tomi sambil menunjuk sebuah truk besar yang berhenti di depan sebuah rumah kosong. Rumah itu terletak tepat di depan rumah mereka. Telah lama sekali rumah …
Ayah membacakan cerita sebelum tidur. "..... dan akhirnya mereka hidup bahagia selamanya," kata Ayah mengakhiri cerita sambil menutup buku. Cahaya masih duduk dan bersandar di tempat tidur. Dia mengharapkan Ayah membaca cerita lagi. Gilang mengharapkan Ayah membaca cerita lagi. Gilang tampak mengantuk. Ia menguap berkali-kali. "Ayah, tolong baca cerita yang lain lagi," pinta Cahaya. "Tidak …
Pada saat kenaikan kelas, Cahaya dan Gilang mendapatkan hadian sepeda dari orang tua mereka. Cahaya mendapatkan sepeda berwarna merah. Gilang mendapatkan sepeda berwarna biru. Mereka mendapatkan sepeda sesuai dengan warna yang mereka pilih. Mereka sangat senang dengan hadiah itu. "Ini helm kalian," kata Ayah sambil menyerahkan helm kepada mereka berdua. "Untuk apa hel ini, Ayah?" tanya Gilang.…
Saat istirahat tiba, Gilang dan Tino sedang menikmati bekal mereka di kantin sekolah. "Gilang, bekal apa yang kamu bawa hari ini?" tanya Tino. "Aku membawa roti dan susu. Kamu?" tanya Gilang. "Aku membawa kacang. Kamu mau?" tanya Tino. "Mau. Terima kasih, ya," jawab Gilang. Gilang dan Tino asyik mengunyah kacang.
Tiara dan Hana selalu bermain bersama sepulang sekolah. Mereka adalah sahabat karib. Suatu hari Hana mengajak Tiara mampir ke rumahnya. Mereka berdua duduk di ayunan yang merupakan tempat kesukaan mereka. "Tiara," kata Hana membuka percakapan, "kami akan pindah kota pada akhir bukan ini."
Rama adalah anak seorang nelayan. Dia senang membantu ayahnya menagkap ikan. Hari itu Rama dan Ayah pergi ke pantai. Mereka akan menangkap ikan dengan jala Ayah yang baru. Mereka menjala ikan di tengah pantai. Ayah memegang salah satu ujung jala dan Rama memegang ujung yang lainnya. "Pegang yang erat Ram, jangan sampai ikannya terlepas!" teriak ayah di antara deburan ombak. "Baik, Ayah!" te…
Matahari bersinar cerah, terlihat Ratih dan Bima tertawa gembira. Mereka akan berangkat ke rumah kakek dan nenek di desa. Rumah kakek dan nenek terletak di sebuah desa yang asri, dengan udara yang sejuk dan keindahan alam desa yang memesona. Itulan alasan mereka selalu ingin pergi kesana. "Ayo, kita berangkat" ajak Ayah dan Ibu. Ratih dan Bima segera naik ke mobil dan siap berangkat.